
WEDUNG – Pemerintah Kecamatan Wedung turut menghadiri kegiatan Sedekah Bumi Desa Jetak, Kecamatan Wedung, sebagai bentuk apresiasi terhadap tradisi masyarakat sekaligus upaya menjaga dan melestarikan budaya serta kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan Sedekah Bumi Desa Jetak tersebut dihadiri oleh Plt. Camat Wedung, Kasi Ketentraman, Ketertiban dan Pelayanan Umum (Trantibum) Kecamatan Wedung beserta staf. Kehadiran jajaran Pemerintah Kecamatan Wedung menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Jetak.
Sedekah Bumi merupakan salah satu tradisi masyarakat yang dilaksanakan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan rezeki, keselamatan, serta hasil bumi yang diperoleh masyarakat. Selain sebagai wujud rasa syukur, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan semangat kebersamaan antarwarga.
Rangkaian kegiatan berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan dan antusiasme masyarakat. Salah satu acara yang menjadi daya tarik dalam kegiatan tersebut adalah pertunjukan Ketoprak Wahyu Budoyo. Kesenian tradisional tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan dan mempertahankan seni budaya daerah agar tetap hidup dan diminati oleh generasi penerus.
Melalui pertunjukan ketoprak, masyarakat dapat menikmati hiburan sekaligus memperoleh pesan-pesan moral dan nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam seni pertunjukan tradisional. Hal tersebut menunjukkan bahwa kegiatan budaya di tingkat desa memiliki peran penting dalam menjaga identitas dan kearifan lokal masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Wedung mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Sedekah Bumi Desa Jetak. Tradisi seperti ini diharapkan dapat terus dilestarikan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, ketertiban, serta kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Kegiatan Sedekah Bumi Desa Jetak diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kerukunan masyarakat sekaligus melestarikan kebudayaan lokal sebagai bagian dari kekayaan budaya Kabupaten Demak.
